Wajar juga sih kalo orang banyak menanyakan kapan aku nikah. Apalagi yang aku tunggu, kata mereka. Aku sudah menamatkan kuliahku, aku sudah bekerja diinstansi pemerintah, umur aku yang mencapai 23 sudah sepantasnya untuk menikah. Eits... tapi hal yang paling penting aku belum punya CALON-nya. Kenapa aku ketik secara kapital? Biar lebih jelas kalo ini adalah poin yang paling penting untuk menikah. Ya iyalah, kalo gak ada calonnya gimana mau menikah? hehehe
Sekarang aku telah bekerja disebuah instansi pemerintahan setelah selesai menamatkan kuliah ku di sebuah Universitas Tinggi Negeri di Bandung pada bulan Mei 2011 lalu. Di instansi ini, sebagian besar pegawai telah berkeluarga. Mereka selalu bercerita betapa indahnya menikah. Setiap hari, aku dikompor-in mereka biar cepat menikah. Ingin rasanya berteriak, "HAI GUYS, BUKANNYA AKU GAK MAU MENIKAH TAPI CALONNYA BELUM ADA, HOY". Satu lagi yang membuat 'pernikahan' menjadi sesuatu yang harus aku segera kejar yaitu sebuah mitos yang lumayan kuat beredar di instansi ini.
My lovely sister and I in ASEAN PARAGAMES SOLO
Aduh ini mitos lumayan membuat aku rada takut dan jadi kepikiran buat segera menikah. Padahal terakhir aku menjomblo, aku memutuskan untuk tidak terburu-buru mencari pacar. Toh yang aku cari bukan cuma pacar, tapi calon suami. Jadi harusnya jangan terburu-buru seperti memilih kucing dalam karung. Toh selama ini yang buru-buru malah buru-buru kandas pula. Tapi mitos ini membuat aku seperti dikejar 'deadline' tugas kuliah yang belum dikerjakan padahal besok harus dikumpulkan (aduh jadi inget masa kuliah).
Di instansi ini, banyak pegawai perempuan (PNS) yang belum menikah. Diantaranya sudah melewati usia 35 tahun, tetapi belum menikah. Padahal dari segi umur sudah melampaui untuk menikah apalagi dari segi financial mereka. Namun, sekali lagi mungkin karena Allah belum menunjukkan jodohnya. Aku selalu ditakut-takuti oleh rekan kantorku. Kalo aku semakin lama menjomblo dikantor ini, kemungkinan aku akan menjadi bagian dari mitos ini.
Wajar sih kalo mencari jodoh dikantor ini sangat sulit. Kantor yang berada diwilayah yang sempit ini, membuat pergaulan kita juga jadi sempit. Berbeda ketika kuliah, kita bisa berkenalan dengan laki-laki dari penjuru Bandung, tetapi disini kita hanya kenal sebagian pegawai yang kebanyakan wanita. Adapun tamu yang sering mampir dikantor kita, sebagian telah berkeluarga.
Tidak hanya aku saja yang diliput kekhawatiran, teman-teman bahkan keluarga ku pun ikut menghawatirkan kejombloanku. Keluarga ku hawatir kalo aku trauma pada sebuah pernikahan karena adanya tragedi gosip perselingkuhan yang dilakukan ayahku. Padahal bukan itu yang menyebabkan aku menjomblo. Entah kenapa banyak yang mencoba mendekatiku tetapi belum ada yang bisa meraih hatiku.
Teman-temanku pun juga membantu mencarikan aku jodoh. Aku dikenalkan beberapa laki-laki dari berbagai kalangan dan usia via BBM, Facebook, atau berkenalan langsung. Sampai-sampai jumlah teman aku di facebook dan BBM lumayan bertambah berkali-kali lipat oleh kenalan-kenalan ini.
Anehnya, setiap kali dekat dengan laki-laki kenalan dari teman-temanku ini, tak sedikitpun hati ini memberikan peluang untuk didekati. Entah ada apa yang salah dengan diriku. Apakah benar kalau aku ini menjadi sosok yang trauma akan sebuah hubungan. Atau memang ada yang salah dengan diriku? Hmmmm, apa harus aku datangi psikolog? Aduh..
Sampai-sampai sebagian temanku menilai kalau aku terlalu pemilih. Sungguh, sebenarnya aku bukan pemilih tapi hati ini memang belum terbuka buat para pejantan itu. Beberapa teman mencoba memberi nasihat kepadaku agar aku tidak terlalu pemilih dan mencoba berteman dengan siapapun, menurut mereka siapa tau aja pertemanan bisa membuka perasaan aku. Aku bahkan disarankan teman ku untuk lebih sering FB-an (gimana kerjaan aku kalo aku FB-an terus? saran yang aneh). Katanya siapa tau ada teman FB yang nyangkol. Lah teman-teman FB-ku setau aku orang yang aku kenal semua, kayanya gak mungkin juga deh ada orang baru di FB aku secara aku orangnya gak sembarang approve kalo ada yang add aku. Lagian aku tuh gak suka dating via FB. Aku kadang suka membayangkan gimana yah pasangan yang kenal dari FB? Itu kan dunia maya, dunia yang penuh dengan kepalsuan. Apa mereka tidak takut kalo ternyata apa yang diungkapkan orang di FB itu terkadang PALSU.
Tapi hati ini semakin gelisah karena sebentar lagi usiaku tepat berumur 23 tahun bukan November 2011 ini tapi aku masih tetap menjomblo sampai salah seorang rekan kerja, ibuku, mengirimkan sebuah doa via BBM.
Yang masih aku takuti, apakah benar aku telah terkena kutukan perawan tua? Oh, jangan sampai deh. Dan ternyata memang Allah telah mempersiapkan sesuatu untuk diriku.

masa sih??? tidak ada yang menghampirimu?
BalasHapusmungkin aku siap kok????????
yg sbr ya mb akan indah padavl waktunya
BalasHapus