Jumat, 14 September 2012

Jodoh Berawal dari Feeling?


Ini adalah postingan pertama ku di blog tahun 2012 ini. Aku ingin menuliskan sebuah kisah dalam kehidupanku. Dengan menuliskannya disebuah blog ini, maka aku akan menemukan sebuah arti disetiap detik langkah kehidupan kita karena kehidupan itu seperti symphony yang penuh irama.
Umurku sekarang 24 tahun. Bagi seorang wanita, umur ini merupakan rambu-rambu kuning untuk mulai memikirkan sebuah pernikahan. Tidak hanya itu, diumurku ini mulai banyak yang bertanya ‘kapan menikah?’. ‘Mei’… ‘Mei bi yes, mei bi no’. heheheh.. korban iklan.

Harus dong menikah itu. Beberapa hadis bahkan mengungkapkan menikah itu bisa membuat kaya. Siapa coba yang gak pengen kaya.

Dulu aku sering bertanya, apa sih tandanya kalo seseorang itu jodoh kita, kok bisa sih papah akhirnya memutuskan dan yakin kalo mamah bisa jadi istrinya emangnya ada tandanya. Saking penasaran sama pertanyaanku, aku sampai bertanya kepada beberapa teman kantor yang telah menikah.

Hasilnya, mereka (para cowok) mengakui kalo mereka memutuskan untuk menikahi seorang gadis karena FEELING. Wow, feeling? Katanya mereka tuh tiba-tiba jadi ada keyakinan kalo wanita itu nantinya bisa menjadi istri yang baik buat mereka. I still don’t believe it. Masa gara2 feeling?


Jodoh bearawal dari Feeling

Yah, that’s right. Feeling give them a way to decide that the girl will be their soul mates. Do you agree blogger?

Still don’t believe it? Hemmm… satu kisah dari seorang teman dikantor. Dulu dia pernah berpacaran dengan seorang gadis cukup lama. Gadis itu lumayan ngebet pengen dinikahi. Tetapi sayangnya, ketika temenku itu mencoba untuk melamarnya, ternyata si orang tua si gadis menolaknya dengan alasan kalo si gadis sudah punya calon. Pastilah sakit hati tuh temen aku. Alasan sebenarnya yaitu karena orang tua si gadis menganggap kalo temen aku orang gak punya, ngapel aja Cuma pake sepeda. Si gadis akhirnya dipaksa menikah dengan cowo pilihan keluarganya. Secara cowo pilihan ortunya ini kalo ngapel suka bawa mobil, beda gak kaya temen aku. Menikahlah si gadis dan terpuruklah temen aku ini. Tak dinyana, dia ketemu seorang perawat cantik ketika mengantar Babehnya cek up dirumah sakit. Karena cewe ini dijodohnya mungkin, temen aku pun punya feeling kalo cewe ini bakal jadi istrinya. Eh, gak lama kenalan akhirnya dilamar lah si cewe itu. Dan garis kehidupan mempertemukan mereka.

Tau gak? Setelah mereka menikah, kehidupan temen aku jadi berubah drastis. Yang tadinya dia ngapel Cuma pake sepeda, sekarang dia punya mobil pribadi, bus, truk, perusahaan, dan jadi PNS. Wow.. memang menikah membuat orang jadi kaya. Terus apa kabarnya tuh mantan cewenya? Ternyata suaminya yang dulu ngapel pake mobil, itu ternyata mobil sewaan. OMG….

Balik lagi masalah jodoh dan feeling. Emang ada korelasinya?
Yuk kita simak aja deh kisah aku adalah tulang rusuk siapa. Di kisah ini, kita akan memetik beberapa pesan mengenai hidup dan terutama jodoh.
Kisah ini aku tulis sebagai sebuah dedikasi buat seseorang yang membuka mata kehidupanku. Dia telah menyinari kehidupanku dan membawa aku menikmati symphony kehidupanku. Membuat hidupku penuh Irama.

To “Rahi”, you know that you’re the best gift that God give to me. I know the reason why God create me from your bone… Because the key of my heaven is in you. I can see how beautiful heaven is when I see your eyes, your smile, your touch that are full of love. Thank you so much for everything. I know that this story will be a reminder when oneday we forget that we are a part.

Aku menuliskan kisah ku ini, agar kita mengetahui bahwa setiap chapter dalam kehidupan kita itu saling terkait. 8 berasal dari 7 dan 7 berasal dari 6 kemudian 6 berasal dari 5 juga 5 berasal dari 4. Jadi tak akan ada 8 bila tidak ada 4. Ngartos?

Kalo gak ngerti maksud aku apa, dikisah inilah akan ku bahas “Life is like symphony, full of notes. That’s why I dedicated my story as dotted note. Siapakah jodohku nanti? I believe that God will give me the best.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar