Ini adalah postingan pertama ku
di blog tahun 2012 ini. Aku ingin menuliskan sebuah kisah dalam kehidupanku.
Dengan menuliskannya disebuah blog ini, maka aku akan menemukan sebuah arti
disetiap detik langkah kehidupan kita karena kehidupan itu seperti symphony
yang penuh irama.
Umurku sekarang 24 tahun. Bagi
seorang wanita, umur ini merupakan rambu-rambu kuning untuk mulai memikirkan
sebuah pernikahan. Tidak hanya itu, diumurku ini mulai banyak yang bertanya ‘kapan
menikah?’. ‘Mei’… ‘Mei bi yes, mei bi no’. heheheh.. korban iklan.
Harus dong menikah itu. Beberapa
hadis bahkan mengungkapkan menikah itu bisa membuat kaya. Siapa coba yang gak
pengen kaya.
Dulu aku sering bertanya, apa sih
tandanya kalo seseorang itu jodoh kita, kok bisa sih papah akhirnya memutuskan
dan yakin kalo mamah bisa jadi istrinya emangnya ada tandanya. Saking penasaran
sama pertanyaanku, aku sampai bertanya kepada beberapa teman kantor yang telah
menikah.
Hasilnya, mereka (para cowok)
mengakui kalo mereka memutuskan untuk menikahi seorang gadis karena FEELING.
Wow, feeling? Katanya mereka tuh
tiba-tiba jadi ada keyakinan kalo wanita itu nantinya bisa menjadi istri yang
baik buat mereka. I still don’t believe
it. Masa gara2 feeling?
Jodoh bearawal dari Feeling
Yah, that’s right. Feeling give
them a way to decide that the girl will be their soul mates. Do you agree blogger?
Still don’t believe it? Hemmm… satu kisah dari seorang teman
dikantor. Dulu dia pernah berpacaran dengan seorang gadis cukup lama. Gadis itu
lumayan ngebet pengen dinikahi. Tetapi sayangnya, ketika temenku itu mencoba
untuk melamarnya, ternyata si orang tua si gadis menolaknya dengan alasan kalo
si gadis sudah punya calon. Pastilah sakit hati tuh temen aku. Alasan
sebenarnya yaitu karena orang tua si gadis menganggap kalo temen aku orang gak
punya, ngapel aja Cuma pake sepeda. Si gadis akhirnya dipaksa menikah dengan
cowo pilihan keluarganya. Secara cowo pilihan ortunya ini kalo ngapel suka bawa
mobil, beda gak kaya temen aku. Menikahlah si gadis dan terpuruklah temen aku
ini. Tak dinyana, dia ketemu seorang perawat cantik ketika mengantar Babehnya
cek up dirumah sakit. Karena cewe ini dijodohnya mungkin, temen aku pun punya
feeling kalo cewe ini bakal jadi istrinya. Eh, gak lama kenalan akhirnya
dilamar lah si cewe itu. Dan garis kehidupan mempertemukan mereka.
Tau gak? Setelah mereka menikah,
kehidupan temen aku jadi berubah drastis. Yang tadinya dia ngapel Cuma pake
sepeda, sekarang dia punya mobil pribadi, bus, truk, perusahaan, dan jadi PNS.
Wow.. memang menikah membuat orang jadi kaya. Terus apa kabarnya tuh mantan
cewenya? Ternyata suaminya yang dulu ngapel pake mobil, itu ternyata mobil
sewaan. OMG….
Balik lagi masalah jodoh dan feeling. Emang ada korelasinya?
Yuk kita simak aja deh kisah aku
adalah tulang rusuk siapa. Di kisah ini, kita akan memetik beberapa pesan
mengenai hidup dan terutama jodoh.
Kisah ini aku tulis sebagai
sebuah dedikasi buat seseorang yang membuka mata kehidupanku. Dia telah
menyinari kehidupanku dan membawa aku menikmati symphony kehidupanku. Membuat
hidupku penuh Irama.
To “Rahi”, you know that you’re the best gift that God give to me. I
know the reason why God create me from your bone… Because the key of my heaven
is in you. I can see how beautiful heaven is when I see your eyes, your smile,
your touch that are full of love. Thank you so much for everything. I know that
this story will be a reminder when oneday we forget that we are a part.
Aku menuliskan kisah ku ini, agar
kita mengetahui bahwa setiap chapter dalam kehidupan kita itu saling terkait. 8
berasal dari 7 dan 7 berasal dari 6 kemudian 6 berasal dari 5 juga 5 berasal
dari 4. Jadi tak akan ada 8 bila tidak ada 4. Ngartos?
Kalo gak ngerti maksud aku apa,
dikisah inilah akan ku bahas “Life is like symphony, full of notes. That’s why I
dedicated my story as dotted note. Siapakah jodohku nanti? I believe that God will give me the best.

